Tampilkan postingan dengan label Band Favorit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Band Favorit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Mei 2010

Thirteen

Thirteen didirikan pada akhir tahun 2006. Raynard, (ex the murder robots) dan Bobond (LoveHateLove) bertemu dan berbagi gagasan untuk membentuk kelompok baru dengan misi untuk menyajikan musik yang unik dan inovatif yang bertabrakan dan melengkapi dengan berbagai kelompok logam.

Saat itu Bobond yang mulai mengundang teman-temannya untuk bergabung percobaan untuk membentuk kelompok baru. Mereka teman-teman Echa (The Soul Shoes), Adit (The Soul Shoes), Dicky (ex-Patheic) dan Rudy (Amakusa).

Pada awal pembentukan ini baru bernama Devil May Cry namun nama ini ditolak dua kali oleh Tom Myspace sebagai nama Devil May Cry telah digunakan oleh kelompok lain. Oleh karena itu seluruh anggota setuju untuk mengubah nama kelompok untuk Thirteen.

Pada tahap awal Thirteen tidak berjalan lancar sebagai Raynard masih terlibat dengan kelompok tua, The Murder Robots. Ketika Raynard memutuskan untuk meninggalkan The Murder Robots, Thirteen mulai roll dan mulai untuk membuktikan bahwa mereka sangat serius dalam musik mereka dan mulai menciptakan sesuatu yang "berbeda" untuk kesenangan mereka sendiri.

Thirteen menyajikan musik konvensional, terutama dengan percobaan logam dicampur dengan beat yang unik, suara synthesizer, efek gitar, disertai dengan geraman / menjerit dan suara yang lembut. Pada saat ini kebanyakan Tiga belas memainkan kompilasi sendiri dan The Devil Wears Prada bertindak sebagai lagu penutup.

Thirteen telah melakukan dengan baik di beberapa gigs dan acara di Jakarta. Tanggapan dari penonton yang menggembirakan. Tiga belas berharap untuk dapat terus menciptakan musik yang bagus dengan lirik yang lebih baik, meningkatkan keterampilan teknis, kinerja tahap perbaikan dan mudah-mudahan ini akan dicapai dengan pembentukan personil yang ada.

Pada saat ini memiliki delapan Tiga belas lagu dalam portofolio. Musik dan lirik yang sepenuhnya dibuat dan disusun sendiri. Banyak teman-teman, penggemar dan penonton sering bertanya: "Apa gaya kelompok Anda" Terus terang, Thirteen tidak tahu jawaban yang benar karena dalam setiap lagu Thirteen Anda akan menemukan banyak unsur musik seperti Metal, Emo, screamo, Diskotik?, Punk, Jazz, Funk, dll Thirteen akan mencoba untuk tidak mengikuti aliran musik tertentu karena Tiga belas senang berimprovisasi dan berharap bahwa musik akan menghibur penonton yang lebih luas. Oleh karena itu, kita berpikir Genre kita mungkin merupakan jenis campuran Eksperimental / Progressive / Electro atau Anda dapat menyebutnya Whatevercore.

Ini adalah cerita pendek dan biodata dari Thirteen dan personilnya.
Kami selalu berharap bahwa apa pun yang kita lakukan di masa depan akan membawa manfaat bagi kita dan juga kegembiraan untuk semua yang mencintai musik kami.

Read More

Killing Me Inside

Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu : Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan '08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.

"Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak," kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.

Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.

Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu "A Fresh Start For Something New" yang hitsnya lagunya yaitu "The Tormented".
Read More

Pee Wee Gaskins

Ronald “Pee Wee” Gaskins adalah salah seorang pembunuh tersadis dalam sejarah. Lebih dari 100 kasus pembunuhan dilakukan olehnya. Dengan mengambil nama Pee Wee Gaskins, sebuah band asal Jakarta mencoba mencari arti filosofis dari nama band tersebut. Pee Wee, yang berarti kecil, tapi bisa mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Dan band yang merasa kecil ini berharap menjadi besar, tapi tentu bukan dengan membunuh.

Inilah mereka, Pee Wee Gaskins! Band yang dimotori Dochi (gitar&vokal), Sansan (gitar&vokal), Omo (synthesizer), Aldy (drum), Eye (bass). Konon, di kalangan ABG SMP atau SM,A band ini jadi menu wajib dalam pensi. Kedua, mereka menempati posisi 2 untuk Top Indie Artists di MySpace. Ini pasti band keren. Pembuktian ini ditunjukan Pee Wee Gaskins via The Sophomore, album kedua mereka. Tengok langsung lagu andalan di track no 2 yang berjudul Welcoming The Sophomore. Nuansa remaja terasa kental di lagu berbahasa Inggris ini, teriakan ala cheerleader bersahut-sahutan dengan beat penuh semangat dan bunyi-bunyian synthesizer. Vokal bersahutan dan saling mengisi jadi warna khas Pee Wee Gaskins. Part gitar yang padat dan penggunaan synthesizer yang catchy menjadi ramuan yang sangat segar.

“We try to make some killer music” Dochi, Pee Wee Gaskins Dengan total 13 track, terdiri dari sebuah intro, 8 lagu berbahasa Inggris, 4 lagu berbahasa Indonesia, Anda juga bisa menemukan sedikit part akustik dari lagu Di Balik Hari Esok yang disembunyikan oleh mereka. Lalu mereka memasukkan beberapa sound yang tidak ada di album sebelumnya, seperti gang vocals dan loop-loop yang lebih terasa, dibalut dengan sound gitar yang lebih berat dari sebelumnya.
Mendengarkan Pee Wee Gaskins serasa mendengar daur ulang musik Simple Plan, Good Charlotte, atau band pop punk yang sejenisnya, kecuali satu hal: adanya unsur synthetizer yang kental, dan karakter vokal utama serta vokal latar dengan harmoni suara dua-tiga yang khas hanya dimiliki band-band emo seperti My Chemical Romance, atau model kombinasi satu-dua Tom DeLonge dan Mark Hoppus dari Blink-182.
Synthetizer bolehlah jadi satu keunikan mereka, meski secara garis besar musik mereka adalah layaknya musik arus utama pop punk. Endank Soekamti atau Superman is Dead malah memiliki karakter yang lebih kuat menurut saya, meski suara vokalis kedua band itu kalah jauh dari Pee Wee.
Read More

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Designed By Blogger Templates, and Customized By Ilham